mendengar kata ethernet ,nah sebenarnya apa sih ethernet itu kenapa menjadi penting dalam jaringan?
A.
Definisi
Ethernet
adalah metode media akses agar memperbolehkan semua host di dalam jaringan
untuk share bandwidth dalam suatu link .Ethernet merupakan salah satu alat
(media komunikasi) yang dipasang di dalam CPU pada PCI slot. Ini berfungsi
untuk menghubungkan kabel dalam jaringan dan
memungkinkan terjadi koneksi internet, intranet, atau ekstranet.
Ethernet
adalah salah satu skenario pengkabelan dan pemrosesan sinyal untuk data dalam
jaringan. Sebenarnya ada berbagai metode akses yang digunakan dalam jaringan diantaranya,
Ethernet, FDDI, Token Ring, Wireless LAN, Bridging, dan Virtual Bridged LAN.
Masing-masing metode mempunyai interface yang berbedabeda. Interface yang
digunakan pada ethernet disebut ethernet card. Ada berbagai macam interface
untuk ethernet berdasarkan media transmisi yang digunakan, ini akan dibahas
pada topik selanjutnya. Ethernet menjadi populer karena ia mudah sekali
disesuaikan dengan kebutuhan (scalable), artinya cukup mudah untuk
mengintegrasikan teknologi baru ke dalam infrastruktur network yang ada. Ada
banyak metode-metode lain yang lebih cepat dari ethernet, namun dari sisi harga
untuk interface-interface ethernet sangat terjangkau sehingga sampai sekarang
ethernet masih menjadi pilihan kebanyakan orang.Selain murah, ethernet sangat banyak
beredar di pasaran, tidak terlalu sulit untuk mendapatkannya.
B.
Sejarah Ethernet
Ide
awal Ethernet berkembang dari masalah bagaimana menghubungkan dua atau lebih
host yang menggunakan medium yang sama dan mencegah interferensi sinyal satu
sama lain. Masalah multiple access ini telah dipelajari pada awal tahun 1970-an
di University of Hawaii. Sebuah sistem yang disebut Alohanet dikembangkan untuk
memungkinkan berbagai stasiun di Hawaii dapat berbagi frekuensi radio.Hasil ini
kemudian membentuk dasar untuk akses Ethernet yang dikenal sebagai metode akses
CSMA/CD (Carrier Sense Multiple Access with Collision Detection).
Pada
tahun 1973, Robert (Bob) Metcalfe, seorang insinyur lulusan MIT, penyandang
gelar Ph.D dari Harvard, yang bekerja di
Xerox Palo Alto Research Center (PARC). Dalam kursus pelatihan kerja personil
militer AS untuk menggunakan jaringan paket operasional pertama di dunia yang
dikenal sebagai Advanced Research Projects Agency Network (ARPANET) , ia sering
melakukan perjalanan ke Washington DC.
Sementara
tinggal di apartemen temannya di ibukota
negara, insinyur muda menemukan sebuah buku hasil konferensi dari American
Federation of Information Processing Societies (AFIPS) tahun 1970. Dalam
makalah yang ditulis oleh Norman Abramson berjudul "The Aloha System -
Alternatif lain untuk Komunikasi Komputer. "Ini menggambarkan pengembangan
jaringan radio berbasis inovatif komputer yang kemudian dikenal sebagai
ALOHAnet.Dan meskipun dia tidak setuju dengan beberapa aspek dari model
teknologi, tetapi ini menarik perhatian Metcalfe.
Terinspirasi
oleh kertas ALOHAnet, sekembalinya ke PARC dan dengan bantuan David R. Boggs,
ia mulai menuliskan pikirannya di atas kertas. Menggunakan mesin ketik IBM
Selectric dengan bola Orator, Metcalfe mengetik memo dan sketsa skema cepat
yang selamanya akan mengubah baik jaringan dan dunia pada umumnya. Dan
seterusnya hingga 22 Mei 1973 Ethernet
lahir. Setelah berbulan-bulan usaha yang dibangun pada ide-ide Metcalfe dan
bantuan Boggs 'dalam merancang dan debugging perangkat keras jaringan yang
diperlukan, pertama Ethernet prototipe, sebuah 2.94 Mbps CSMA / CD sistem
menghubungkan lebih dari 100 workstation pada 1 Km kabel,pada tanggal 11
November , 1973. Berdasarkan keberhasilan tersebut, Xerox mempatenkan Ethernet
pada tahun 1975.
Pada
tahun 1979, Metcalfe meninggalkan PARC untuk menemukan sebuah perusahaan baru
yang disebut 3Com, dan berhasil meyakinkan Digital Equipment Corporation (DEC),
Intel, dan Xerox untuk kooperatif mempromosikan Ethernet sebagai standar. Tahun
berikutnya, Standar Asosiasi IEEE (IEEE-SA) membentuk sebuah komite untuk
mengembangkan standar jaringan area lokal: 802. Komite Standar IEEE LAN / MAN.
Dipimpin oleh Maris Graube, panitia mulai mendefinisikan dan menentukan lapisan
fisik dan perangkat lunak yang lebih rendah untuk kabel Ethernet, dan pada 23
Juni 1983 IEEE 802.3 disetujui sebagai standar Ethernet. Melalui kelompok kerja
IEEE-SA dan komite, Ethernet terus berkembang, akhirnya tumbuh untuk mencakup
kecepatan bandwidth yang lebih tinggi, beragam media fisik, dan varian baru
seperti 10GBASE-T.
Pada
bulan Agustus 2012, IEEE bergabung dengan organisasi terkemuka global lainnya,
termasuk Dewan Internet Architecture (IAB), Internet Engineering Task Force
(IETF), Internet Society dan World Wide Web Consortium (W3C), mengumumkan
dukungannya pada OpenStand, external link yang bersama-sama mengembangkan
seperangkat prinsip-prinsip membangun paradigma modern global, standar terbuka.
Di bawah OpenStand, ekonomi pasar global dalam hubungannya dengan inovasi teknologi
di seluruh dunia terus membantu memfasilitasi pengembangan standar terbuka dan
penyebaran, termasuk standar untuk generasi berikutnya dari kecepatan Ethernet
100G, 400G, dan seterusnya.
C.
Standarisasi Ethernet
IEEE
(Institute of Electrical and Electronics Engineers) adalah sebuah organisasi
yang mengurusi masalah pengembangan teknologi yang berhubungan dengan
keteknikan elektro dan elektronika.IEEE terdiri dari berbagai ahli di bidang
teknik yang menawarkan berbagai pengembangan standar-standar dan bertindak
sebagai pihak yang mempercepat teknologi-teknologi baru dalam semua aspek dalam
industri dan rekayasa (engineering), yang mencakup telekomunikasi, jaringan
komputer, kelistrikan, antariksa, dan elektronika.Aktivitasnya mencakup
beberapa panitia pembuat standar, publikasi terhadap standar-standar teknik,
serta mengadakan konferensi.
IEEE
menangani berbagai macam standar, diantaranya adalah tentang standarisasi
peralatan yang dipakai untuk jaringan.IEEE 802 misalnya, kategori ini mengurusi
masalah standarisasi tentang LAN (Local Area Network) dan MAN (Metropolitan
Area Network). Standar IEEE 802 melibatkan dua lapisan layer OSI (Open System
Interconnection), yaitu Physical Layer dan Data Link Layer. Pada prakteknya
standarisasi IEEE membagi datalink layer menjadi dua bagian, yaitu Logical Link
Control (LLC) dan Media Access Control (MAC). OSI sendiri adalah sebuah
organisasi yang mengurusi tentang standarisasi protokol-protokol komunikasi
antar host dalam jaringan.
IEEE 802 terbagi
menjadi beberapa kategori, sesuai dengan fungsi masing-masing yang lebih
spesifik. Kategori-kategori ini dapat dilihat pada tabel berikut :
Nama
|
Deskripsi
|
IEEE 802.1
|
Bridging (networking) and Network
Management
|
IEEE 802.2
|
Logical Link Control
|
IEEE 802.3
|
Ethernet
|
IEEE 802.4
|
Token Bus
|
IEEE 802.5
|
Defines the MAC Layer for a Token Ring
|
IEEE 802.6
|
Metropolitan Area Networks
|
IEEE 802.7
|
Broadband LAN using Coaxial Cable
|
IEEE 802.8
|
Fiber Optic TAG
|
IEEE 802.9
|
Integrated Services LAN
|
IEEE 802.10
|
Interoperable LAN Security
|
IEEE 802.11
|
Wireless LAN (WLAN) & Mesh (Wi-Fi
certification)
|
IEEE 802.12
|
Demand priority
|
IEEE 802.13
|
|
IEEE 802.14
|
Cable modems
|
IEEE 802.15
|
Wireless PAN
|
IEEE 802.15.1
|
Bluetooth certification
|
IEEE 802.15.2
|
IEEE 802.15 and IEEE 802.11
coexistence
|
IEEE 802.15.3
|
High-Rate WPAN certification
|
IEEE 802.15.4
|
Low-Rate certification
|
IEEE 802.15.5
|
Mesh networking for WPAN
|
IEEE 802.16
|
Broadband Wireless Access (WiMAX
certification)
|
IEEE 802.16e
|
(Mobile) Broadband Wireless Access
|
IEEE 802.16.1
|
Local Multipoint Distribution Service
|
IEEE 802.17
|
Resilient packet ring
|
IEEE 802.18
|
Radio Regulatory TAG
|
IEEE 802.19
|
Coexistence Tag
|
IEEE 802.20
|
Mobile Broadband Wireless Access
|
IEEE 802.21
|
Media Independent Handoff
|
IEEE 802.22
|
Wireless Regional Area Network
|
IEEE 802.23
|
Emergency Services Working Group
|
Seperti yang
telah dijelaskan di atas, standar IEEE 802.3 mendefinisikan layer fisik dan
sublayer datalink dari OSI. Ethernet sendiri merupakan standar pertama yang
digunakan untuk koneksi jaringan.Karena perkembangannya yang pesat, terdapat
beberapa versi ethernet sesuai dengan teknologi dan tahun peluncurannya sebagai
standar baru. Versi-versi dari ethernet dapat kita lihat pada tabel di bawah
ini :
Standar
|
Tahun
|
Deskripsi
|
Experi-mental
Ethernet
|
1972
|
2.94
Mbit/s (367 kB/s) over coaxial cable with bus topology
|
Ethernet
II (DIX v2.0)
|
1982
|
10
Mbit/s (1.25 MB/s) over thick coax. Frames have a Type field. This frame
format is used on all forms of Ethernet by protocols in the Internet protocol
suite.
|
IEEE
802.3
|
1983
|
10BASE5
10 Mbit/s (1.25 MB/s) over thick coax. Same as Ethernet II (above) except
Type field is replaced by Length, and an 802.2 LLC header follows the 802.3
header
|
802.3a
|
1985
|
10BASE2
10 Mbit/s (1.25 MB/s) over thin Coax (a.k.a. thinnet or cheapernet)
|
802.3b
|
1985
|
10BROAD36
|
802.3c
|
1985
|
10
Mbit/s (1.25 MB/s) repeater specs
|
802.3d
|
1987
|
FOIRL
(Fiber-Optic Inter-Repeater Link)
|
802.3e
|
1987
|
1BASE5
or StarLAN
|
802.3i
|
1990
|
10BASE-T
10 Mbit/s (1.25 MB/s) over twisted pair
|
802.3j
|
1993
|
10BASE-F
10 Mbit/s (1.25 MB/s) over Fiber-Optic
|
802.3u
|
1995
|
100BASE-TX,
100BASE-T4, 100BASE-FX Fast Ethernet at 100 Mbit/s (12.5 MB/s)
w/autonegotiation
|
802.3x
|
1997
|
Full
Duplex and flow control; also incorporates DIX framing, so there’s no longer
a DIX/802.3 split
|
802.3y
|
1998
|
100BASE-T2
100 Mbit/s (12.5 MB/s) over low quality twisted pair
|
802.3z
|
1998
|
1000BASE-X
Gbit/s Ethernet over Fiber-Optic at 1 Gbit/s (125 MB/s)
|
802.3
|
1998
|
A
revision of base standard incorporating the above amendments and errata
|
802.3ab
|
1999
|
1000BASE-T
Gbit/s Ethernet over twisted pair at 1 Gbit/s (125 MB/s)
|
802.3ac
|
1998
|
Max
frame size extended to 1522 bytes (to allow “Q-tag”) The Q-tag includes
802.1Q VLAN information and 802.1p priority information.
|
802.3ad
|
2000
|
Link
aggregation for parallel links, since moved to IEEE 802.1AX
|
802.3-2002
|
2002
|
A
revision of base standard incorporating the three prior amendments and errata
|
802.3ae
|
2003
|
10
Gbit/s (1,250 MB/s) Ethernet over fiber; 10GBASE-SR, 10GBASE-LR, 10GBASE-ER,
10GBASE-SW, 10GBASE-LW, 10GBASE-EW
|
802.3af
|
2003
|
Power
over Ethernet
|
802.3ah
|
2004
|
Ethernet
in the First Mile
|
802.3ak
|
2004
|
10GBASE-CX4
10 Gbit/s (1,250 MB/s) Ethernet over twin-axial cable
|
802.3-2005
|
2005
|
A
revision of base standard incorporating the four prior amendments and errata.
|
802.3an
|
2006
|
10GBASE-T
10 Gbit/s (1,250 MB/s) Ethernet over unshielded twisted pair(UTP)
|
802.3ap
|
2007
|
Backplane
Ethernet (1 and 10 Gbit/s (125 and 1,250 MB/s) over printed circuit boards)
|
802.3aq
|
2006
|
10GBASE-LRM
10 Gbit/s (1,250 MB/s) Ethernet over multimode fiber
|
802.3as
|
2006
|
Frame
expansion
|
802.3at
|
2009
|
Power
over Ethernet enchancements
|
802.3au
|
2006
|
Isolation
requirements for Power Over Ethernet (802.3-2005/Cor 1)
|
802.3av
|
2009
|
10
Gbit/s EPON
|
802.3aw
|
2007
|
Fixed
an equation in the publication of 10GBASE-T (released as 802.3-2005/Cor 2)
|
802.3-2008
|
2008
|
A
revision of base standard incorporating the 802.3an/ap/aq/as amendments, two
corrigenda and errata. Link aggregation was moved to 802.1AX.
|
P802.3az
|
Sep
2010
|
Energy
Efficient Ethernet
|
P802.3ba
|
Jun
2010
|
40
Gbit/s and 100 Gbit/s Ethernet. 40 Gbit/s over 1m backplane, 10m Cu cable
assembly (4×25 Gbit or 10×10 Gbit lanes) and 100 m of MMF and 100 Gbit/s up
to 10 m or Cu cable assembly, 100 m of MMF or 40 km of SMF respectively
|
802.3bb
|
2009
|
Increase
Pause Reaction Delay timings which are insufficient for 10G/sec (released as
802.3-2008/Cor 1)
|
802.3bc
|
2009
|
Move
and update Ethernet related TLVs (type, length, values), previously specified
in Annex F of IEEE 802.1AB (LLDP) to 802.3.
|
P802.3bd
|
July
2010
|
Priority-based
Flow Control. A amendment by the IEEE 802.1 Data Center Bridging Task Group
(802.1Qbb) to develop an amendment to IEEE Std 802.3 to add a MAC Control Frame
to support IEEE 802.1Qbb Priority-based Flow Control.
|
P802.3be
|
Feb
2011
|
Priority-based
Flow Control. A amendment by the IEEE 802.1 Data Center Bridging Task Group
(802.1Qbb) to develop an amendment to IEEE Std 802.3 to add a MAC Control
Frame to support IEEE 802.1Qbb Priority-based Flow Control.
|
P802.3bf
|
Jun
2011
|
Provide
an accurate indication of the transmission and reception initiation times of
certain packets as required to support IEEE P802.1AS.
|
P802.3bg
|
Sep
2011
|
Provide
a 40 Gbit/s PMD which is optically compatible with existing carrier SMF
40Gb/s client interfaces (OTU3/STM-256/OC-768/40G POS).
|
802.3-2012
|
2012
|
A
revision of base standard incorporating the 802.3at/av/az/ba/bc/bd/bf/bg
amendments, a corrigenda and errata.
|
802.3bj
|
Mar
2014
|
Define
a 4-lane 100 Gbit/s backplane PHY for operation over links consistent with
copper traces on “improved FR-4” (as defined by IEEE P802.3ap or better
materials to be defined by the Task Force) with lengths up to at least 1m and
a 4-lane 100 Gbit/s PHY for operation over links consistent with copper
twin-axial cables with lengths up to at least 5m.
|
D.
Modus Operasi Ethernet
Dua modus operasi utama
dari ethernet adalah full duplex dan half duplex.
1. Full Duplex
Dalam
komunikasi full-duplex, dua pihak yang saling berkomunikasi akan mengirimkan
informasi dan menerima informasi dalam waktu yang sama, dan umumnya membutuhkan
dua jalur komunikasi.
Komunikasi
full-duplex juga dapat diraih dengan menggunakan teknik multiplexing, di mana
sinyal yang berjalan dengan arah yang berbeda akan diletakkan pada slot waktu
(time slot) yang berbeda. Kelemahan teknik ini adalah bahwa teknik ini memotong
kecepatan transmisi yang mungkin menjadi setengahnya.
2. Half Duplex
Half-duplex
merupakan sebuah mode komunikasi di mana data dapat ditransmisikan atau
diterima secara dua arah tapi tidak dapat secara bersama-sama.Contoh paling
sederhana adalah walkie-talkie, di mana dua penggunanya harus menekan sebuah
tombol untuk berbicara dan melepaskan tombol tersebut untuk mendengar.Ketika
dua orang menggunakan walkie-talkie untuk berkomunikasi pada satu waktu
tertentu, hanya salah satu di antara mereka yang dapat berbicara sementara
pihak lainnya mendengar. Jika kedua-duanya mencoba untuk berbicara secara
serentak, kondisi "collision" (tabrakan) pun terjadi dan kedua
pengguna walkie-talkie tersebut tidak dapat saling mendengarkan apa yang
keduanya kirimkan.
Perbedaan
keduanya hanyalah bahwa, sebuah koneksi half duplex memungkinkan trafik data
mengalir kedua arah, namun tidak secara bersamaan.Sedangkan full duplex
memungkinkan pengiriman dan penerimaan data pada saat yang bersamaan, sehingga
secara efektif meningkatkan laju transmisi menjadi dua kali lipatnya.
Ada
modus operasi lain yaitu simplex, dimana hanya memungkinkan pengiriman data
satu arah saja. Simplex adalah salah satu bentuk komunikasi antara dua belah
pihak, di mana sinyal-sinyal dikirim secara satu arah.Metode transmisi ini
berbeda dengan metode full-duplex yang mampu mengirim sinyal dan menerima
secara sekaligus dalam satu waktu, atau half-duplex yang mampu mengirim sinyal
dan menerima sinyal meski tidak dalam satu waktu.Transmisi secara simplex
terjadi di dalam beberapa teknologi komunikasi, seperti siaran televisi atau
siaran radio.
Transmisi
simplex tidak digunakan dalam komunikasi jaringan karena node-node dalam
jaringan umumnya membutuhkan komunikasi secara dua arah. Memang, beberapa
komunikasi dalam jaringan, seperti video streaming, terlihat seperti simplex,
tapi sebenarnya lalu lintas komunikasi terjadi secara dua arah, apalagi jika
protokol TCP yang digunakan sebagai protokol lapisan transportnya.
Namun,
modus operasi ini tidak digunakan pada ethernet.Secara spesifikasi formal,
10BaseT maupun 100BaseTX mendukung full duplex, namun dalam prakteknya
kemampuan ini hanya diimplementasikan pada 100BaseTX.
E.
Cara Kerja Ethernet
Spesifikasi
Ethernet mendefinisikan fungsi-fungsi yang terjadi pada lapisan fisik dan lapisan
data-link dalam model referensi jaringan tujuh lapis OSI, dan cara pembuatan
paket data ke dalam frame ebelum ditransmisikan di atas kabel.
Ethernet
merupakan sebuah teknologi jaringan yang menggunakan metode transmisi Baseband
yang mengirim sinyalnya secara serial bit pada satu waktu. Ethernet beroperasi
dalam modus half-duplex, yang berarti setiap station dapat menerima atau
mengirim datatapi tdak dapat melakukan keduanya secara sekaligus.Fast Ethernet
serta Gigabit Ethernet dapat bekerja dalam modus full-duplex atau half-duplex.
Ethernet
menggunakan metode kontrol akses media Carrier Sense Multiple Access with
Collision Detection untuk menentukan station mana yang dapat mentransmisikan
data pada waktu tertentu melalui media yang digunakan. Dalam jaringan yang
menggunakan teknologi Ethernet, setiap komputer akan “mendengar” terlebih
dahulu sebelum„berbicara”, artinya mereka akan melihat kondisi jaringan apakah tidak ada komputer lain yang sedang mentransmisikan data. Jika tidak ada komputer
yang mentransmisikan data, maka setiap komputer yang mau mengirimkan data dapat
mencoba untuk mengambil alih jaringan untuk mentransmisikan sinyal.Sehingga,
dapat dikatakan bahwa jaringan yang menggunakan teknologi Ethernet adalah
jaringan yang dibuat berdasarkan basis First-Come, First-Served, daripada
melimpahkan kontrol sinyal kepada Master Station seperti dalam teknologi
jaringan lainnya.
Jika
dua station hendak mencoba untuk mentransmisikan data pada waktu yang sama,
maka kemungkinan akan terjadi collision (kolisi/tabrakan) , yang akan
mengakibatkan dua stasion tersebut menghentikan transmisi data, sebelum
akhirnya mencoba untuk mengirimkannya lagi pada interval waktu yang acak (yang
diukur dengan satuan milidetik). Semakin banyak station dalam sebuah jaringan
Ethernet, akan mengakibatkan jumlah kolisi yang semakin besar pula dan kinerja
jaringan pun akan menjadi buruk. Kinerja Ethernet yang seharusnya 10
Mbit/detik, jika dalam jaringan terpasang 100 node, umumnya hanya menghasilkan
kinerja yang berkisar antara 40% hingga 55% dari bandwidth yang diharapkan (10
Mbit/detik). Salah satu cara untuk menghadapi masalah ini adalah dengan
menggunakan Switch Ethernet untuk melakukan segmentasi terhadap jaringan
Ethernet ke dalam beberapa collision domain.
Pada metoda CSMA/CD,
sebuah host komputer yang akan mengirim data ke jaringan pertama-tama
memastikan bahwa jaringan sedang tidak dipakai untuk transfer dari dan oleh
host komputer lainnya. Jika pada tahap pengecekan ditemukan transmisi data lain
dan terjadi tabrakan (collision), maka host komputer tersebut diharuskan
mengulang permohonan (request) pengiriman pada selang waktu berikutnya yang
dilakukan secara acak (random).
Source :
Source :
http://hijrianarif.blogspot.com/
http://www.scribd.com/doc/75818992/16/Ethernet
http://utuhkaciput.wordpress.com/2011/02/25/makalah-ethernet-card-bab-ii-part-i/
http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Simplex-Duplex.png
0 komentar
Tambahkan Komentar Anda